{"id":6889,"date":"2022-07-24T09:47:48","date_gmt":"2022-07-24T09:47:48","guid":{"rendered":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/?p=6889"},"modified":"2022-07-24T09:54:17","modified_gmt":"2022-07-24T09:54:17","slug":"matematika-berkarya-di-lain-waktu","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/?p=6889","title":{"rendered":"Matematika Berkarya &#8211; Di Lain Waktu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Di Lain Waktu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Oleh: Nafisah<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">S1 Pendidikan Matematika\/2020<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seorang gadis berperawakan model tengah berjalan menuju seseorang yang sedang duduk santai di halaman belakang rumah. Gadis itu berjalan tergopoh-gopoh hingga membuatnya jatuh tepat di hadapan Alden, teman kecilnya.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Awh<\/em>&#8221; ringis gadis itu sembari mengusap-usap lengan kanannya.<\/p>\n<p>Alden yang melihat hal itu langsung membantu Zelin untuk duduk di sampingnya, kebetulan ada dua kursi di halaman belakang rumahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Apalagi sih Zel,&#8221; ujar Alden setelah ia menghela napas panjang. Alden sangat yakin, Zelin pasti akan mengomel panjang lebar setelah melihat wajah masam gadis itu.<\/p>\n<p>Zelin mendengus kesal kala ia mendengar pertanyaan retoris dari Alden.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sok ngga tahu ya!&#8221; peringat Zelin pada Alden, membuat Alden mengerutkan dahinya.<\/p>\n<p>&#8220;Tuh kan, amnesia, hah?&#8221; semprot Zelin pada Alden.<\/p>\n<p>Zelin membuang muka dari Alden. Alden kembali menghela napas panjang lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kayu, berpikir sejenak dan tiba-tiba ia teringat sesuatu.<\/p>\n<p>&#8220;Zel, oke, aku minta maaf sebelumnya,&#8221; kini Alden sungguh merasa bersalah.<\/p>\n<p>&#8220;Telat!&#8221; Zelin menatap tajam pada Alden. Ia mengepalkan tangannya bersiap untuk memukul lengan Alden, tapi gagal karena Alden sudah berlari terlebih dahulu meninggalkannya.<\/p>\n<p>&#8220;Alden, kesini nggak!&#8221;<\/p>\n<p>Zelin sudah kesal, ditambah lagi sikap Alden yang sangat tidak mencerminkan laki- laki dewasa. Ia mengejar Alden di ruang tamu hingga<\/p>\n<p><em>Brak<\/em>!<\/p>\n<p>Yaps, Zelin menggebrak meja ruang tamu membuat nyali Alden semakin ciut.<\/p>\n<p><em>Mampus<\/em>! Batin Alden<\/p>\n<p>&#8220;Zel, kan aku udah minta maaf,&#8221; melasnya membuat Zelin berkacak pinggang. &#8220;Heh, tapi kamu telat, Alden!&#8221; teriakan Zelin memenuhi ruang tamu.<\/p>\n<p>Alden menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal, ia sadar diri bahwa ia salah karena tidak meminta izin terlebih dahulu pada Zelin.<\/p>\n<p>Zelin yang merasa lelah memilih duduk di sofa sembari melirik sinis pada Alden yang berdiri tak jauh darinya, bagaimana bisa ia memiliki teman yang bodoh seperti Alden.<\/p>\n<p>Zelin mencoba menahan emosi membuat Alden meringis melihatnya. &#8220;Zel,&#8221; Alden memberanikan duduk di samping Zelin.<\/p>\n<p>&#8220;Diam!&#8221; peringat Zelin membuat Alden menutup rapat-rapat bibirnya.<\/p>\n<p>Posisi mereka berdua sekarang adalah duduk bersampingan, Zelin yang masih menahan emosi, sedang Alden memainkan kedua telunjuknya, ia bingung harus merayu Zelin dengan cara apa lagi karena perbuatannya sungguh kelewat batas.<\/p>\n<p>&#8220;Alden, jika dalam pertemanan ada yang namanya dipecat, pasti udah dari dulu aku pecat kamu,&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Ya maaf,&#8221; ujar Alden lirih.<\/p>\n<p>Alden menundukkan kepalanya, tak berani menatap kedua netra Zelin. Huft&#8230; Jika sudah begitu, Zelin tidak akan bisa marah dengan Alden dalam waktu yang lama.<\/p>\n<p>Alden selalu menggunakan jurus melas jika Zelin marah besar dan alhasil itu adalah cara terampuh membuat Zelin luluh.<\/p>\n<p>&#8220;Alden, kamu kan tau kalau aku ngga suka Rendi, terus kenapa kamu kasih kontakku ke Rendi,&#8221;<\/p>\n<p>Tidak ada jawaban dari Alden, hanya hembusan napas yang terdengar.<\/p>\n<p><em>Ting Ting Ting<\/em><\/p>\n<p>Zelin semakin frustasi saat notifikasi di ponselnya berbunyi secara terus-menerus.<\/p>\n<p>Sedari SMP, Rendi selalu mengejar Zelin, karena Rendi adalah salah satu pengagum Zelin yang fanatik. Setiap pagi, Ia selalu mendapatkan cokelat di bangku kelasnya. Hal itu sontak membuat teman sekelasnya menyorakinya, termasuk Alden. Zelin sungguh malu, lalu ia memukul lengan Alden untuk berhenti menertawakannya.<\/p>\n<p>&#8220;Alden, diam!&#8221;<\/p>\n<p>Bahkan saat SMA, Rendi pun masih mengejar Zelin. Zelin sangat risih hingga pernah meneriaki Rendi bahwa dirinya tidak akan pernah bisa membalas perasaannya.<\/p>\n<p>&#8220;Kenapa Zel?&#8221;<\/p>\n<p>Zelin merasa kelu, ia bodoh karena tidak menyiapkan alasan logis yang seenggaknya bisa diterima dengan lapang dada oleh Rendi.<\/p>\n<p>Rendi bukanlah sosok yang biasa saja, ia cukup dikenal oleh para siswa kala itu, bukan karena tampangnya saja melainkan karena prestasinya juga.<\/p>\n<p>&#8220;Beritahu aku Zelina, kenapa kamu selalu mengabaikanku?&#8221;<\/p>\n<p>Zelin memejamkan mata erat lalu membukanya kembali, ia tersenyum tipis pada Rendi sebelum meninggalkan Rendi begitu saja.<\/p>\n<p>Zelin kira Rendi akan menyerah kala ia sudah terang-terangan menolak perasaannya, ternyata salah, Rendi semakin gencar mengejarnya sampai kelulusan pun tiba.<\/p>\n<p>Zelin dan Alden memilih melanjutkan pendidikan di luar kota, hal itu mereka lakukan agar Zelin jauh dari Rendi.<\/p>\n<p>Dan ya usahanya menjauh dari Rendi kini telah digagalkan oleh teman kecilnya sendiri yaitu Alden.<\/p>\n<p>&#8220;Aku sama dia teman kantor Zel, dia terus kejar aku buat minta kontak kamu, aku capek Zel,&#8221; akhirnya Alden mencurahkan semua isi hatinya.<\/p>\n<p>&#8220;Terus?&#8221; tanya Zelin pada Alden<\/p>\n<p>&#8220;Ya kan bisa kamu blokir, gampang kan!&#8221; Alden kini berani menatap Zelin.<\/p>\n<p>Zelin yang ditatap hanya mengangkat sebelah alisnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kamu capek, aku jauh lebih capek. Terus dengan aku blokir dia, hidupku bisa damai gitu? Engga, aku tidak setega itu Alden, aku masih punya hati, <em>you know<\/em>? Dan tentang perasaan, itu tidak bisa dipaksa, jika aku diminta untuk mencoba membuka hati untuknya, sudah pasti tidak bisa,&#8221;<\/p>\n<p>Zelin benar-benar pasrah, karena sedari tadi ponselnya berbunyi terus-menerus hingga suara deringan telepon membuatnya menegakkan tubuh lalu melirik ponsel yang berada di atas meja.<\/p>\n<p>Tertera sebuah nomor dan Zelin yakin sosok di balik telepon itu adalah Rendi.<\/p>\n<p>&#8220;Aku yang angkat, tenang!&#8221; Zelin mengangguk, Alden mulai mengangkat panggilan lalu me-<em>loud speaker <\/em>agar Zelin bisa mendengarnya.<\/p>\n<p><em>&#8220;Halo Zelin, ini aku Rendi&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Saat mendengar suara dari seberang, Alden meringis sedang Zelin memutar bola matanya malas.<\/p>\n<p>&#8220;Oh iya Ren, tau kok&#8221;<\/p>\n<p><em>&#8220;Loh, kok kamu, Alden?&#8221; <\/em>suara Rendi menunjukkan bahwa dirinya cukup terkejut.<\/p>\n<p>&#8220;Hehehe iya, Zelin lagi sibuk soalnya, kebetulan tadi ponselnya dititipkan ke aku,&#8221; alibi Alden yang cukup membuat Zelin sedikit mual.<\/p>\n<p>Hening sejenak membuat Alden dan Zelin saling bertatapan.<\/p>\n<p><em>Boleh panggilkan Zelin sebentar, Alden?<\/em><\/p>\n<p>Alden semakin dibuat bingung, pasalnya ia telah mengatakan bahwa Zelin sedang sibuk. Alden tak menjawab hingga Rendi memilih kembali bersuara.<\/p>\n<p><em>&#8220;Sekali ini saja, Alden,&#8221; <\/em>suara Rendi terdengar sangat memohon. Tiba-tiba Alden memiliki ide jahil.<\/p>\n<p>&#8220;Sayang, ini ada telepon,&#8221; Alden berteriak sangat kencang seolah-olah Zelin jauh dari posisinya. Dan apa tadi, sayang? Zelin melototi Alden hingga mencubitnya berkali- kali.<\/p>\n<p>Alden membisukan panggilan, lalu meminta Zelin memberhentikan cubitan kecil di pinggangnya sekarang juga.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Just acting, c&#8217;mon<\/em>&#8221; Zelin memutar bola mata malas.<\/p>\n<p>Alden mulai mengaktifkan panggilan lalu Zelin merespon Alden, seolah-olah ia ikut berperan penting dalam skenario Alden.<\/p>\n<p>&#8220;Aku lagi sibuk, akhiri saja panggilannya!&#8221; Alden menahan tawanya saat mendengar suara Zelin yang terdengar sangat centil.<\/p>\n<p><em>Tut<\/em><\/p>\n<p>Panggilan dimatikan sepihak oleh Rendi.<\/p>\n<p>Alden dan Zelin kembali bertatapan lalu keduanya tertawa lepas.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dari dulu kaya gini, aku ngga harus capek-capek kuliah di luar kota,&#8221; ujar Zelin di sela tawanya.<\/p>\n<p>&#8220;Iya, kenapa baru kepikiran sih!&#8221;<\/p>\n<p>Zelin mengangguk seolah membenarkan ucapan Alden. Sudut matanya sedikit mengeluarkan air mata karena tawanya yang begitu keras.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi Zel, tadi beneran kan ya?&#8221;<\/p>\n<p>Zelin berhenti tertawa, ia mengernyitkan dahi. &#8220;Hah, apa?&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tadi, kita sepasang kekasih kan?&#8221; ujar Alden<\/p>\n<p>&#8220;Hah, kata kamu tadi <em>just acting,&#8221; <\/em>Zelin mengerjapkan kedua matanya, ia jelas-jelas mendengar bahwa Alden mengatakan <em>&#8220;just acting&#8221;.<\/em><\/p>\n<p>&#8220;Engga, itu tadi bukan <em>acting<\/em>, Zelina Anastasya,&#8221;<\/p>\n<p>Suara Alden terdengar sangat pelan, raut wajahnya juga terlihat serius, tidak ada raut bercanda. Zelin mulai gelisah, ia menggaruk tengkuknya lalu sedikit memberi jarak duduk pada Alden.<\/p>\n<p><em>Buahahaha<\/em>, Alden tertawa terbahak-bahak, &#8220;Loh loh loh&#8221; Zelin semakin bingung dibuatnya. &#8220;Alden, kok ketawa sih!&#8221;<\/p>\n<p>Bukannya menjawab pertanyaan Zelin, Alden semakin tertawa hingga perutnya kesakitan.<\/p>\n<p>&#8220;Aduh, udah-udah, <em>acting<\/em>nya udah selesai,&#8221; ujar Alden disela tawanya. Ia menyeka air matanya entah karena kebanyakan tertawa atau karena lainnya.<\/p>\n<p>Zelin memasang wajah datar membuat Alden benar-benar berhenti tertawa.<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin di lain waktu, Zelina Anastasya,&#8221; Alden meringis sembari mengusap pelan punggung tangan Zelin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Lain Waktu Oleh: Nafisah S1 Pendidikan Matematika\/2020 &nbsp; Seorang gadis berperawakan model tengah berjalan menuju seseorang yang sedang duduk santai di halaman belakang rumah. Gadis itu berjalan tergopoh-gopoh hingga membuatnya jatuh tepat di hadapan Alden, teman kecilnya. &#8220;Awh&#8221; ringis gadis itu sembari mengusap-usap lengan kanannya. Alden yang melihat hal itu langsung membantu Zelin untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6891,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,40],"tags":[],"class_list":["post-6889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-himatika-vektor","category-ruang-karya"],"pp_force_visibility":null,"pp_subpost_visibility":null,"pp_inherited_force_visibility":null,"pp_inherited_subpost_visibility":null,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6889"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6897,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6889\/revisions\/6897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6891"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}