{"id":6949,"date":"2022-08-11T13:11:23","date_gmt":"2022-08-11T13:11:23","guid":{"rendered":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/?p=6949"},"modified":"2022-08-11T13:11:23","modified_gmt":"2022-08-11T13:11:23","slug":"himatika-vektor-melaksanakan-bakti-sosial-di-dusun-precet","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/?p=6949","title":{"rendered":"HIMATIKA Vektor Melaksanakan Bakti Sosial di Dusun Precet"},"content":{"rendered":"<p><b>Jurnalistik HIMATIKA Vektor UM <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">HIMATIKA Vektor 2022 Universitas Negeri Malang menggelar bakti sosial melalui Matematika Hambangun Praja (MAHAPRAJA) 2022<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. MAHAPRAJA 2022 dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 6-8 Agustus 2022 di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu warga di Dusun Precet. Selain itu, anak-anak SD hingga SMA ikut andil dalam rangkaian kegiatan MAHAPRAJA 2022.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">MAHAPRAJA 2022 digelar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di Dusun Precet. Sebagai contoh meningkatkan budaya literasi anak di Dusun Precet, menjadikan daerah ramah lingkungan melalui kegiatan menanam tanaman dan membersihkan musala, serta menyalurkan bantuan berupa sembako. Selain itu, melalui kegiatan ini mahasiswa Departemen Matematika Universitas Negeri Malang dapat menyalurkan dan mewujudkan kepedulian sosial.<\/span><\/p>\n<p><b>Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">mewawancarai salah satu anggota Sie Acara, yaitu Saudari Intan Hilda Putri Widiana. Saudari Intan menjelaskan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut. Kegiatan pertama, yaitu persiapan panitia berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">briefing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari Sie Acara. Pada hari pertama, MAHAPRAJA 2022 diawali dengan pembukaan yang sekaligus dibuka oleh Bapak Kepala Dusun. Kemudian, ada kegiatan menanam bersama. Panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibagi menjadi beberapa tim untuk menanam di berbagai taman, sekolah, dan dekat balai dusun. Tanaman yang ditanam ini bervariasi, contohnya ada bunga dan didominasi dengan tanaman toga karena di desa ini akan ada perlombaan sehingga menyesuaikan ketentuan untuk perlombaan. Lalu ada kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">isoma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(istirahat-salat-makan). Adapun kegiatan membersihkan musala yang dilakukan dengan bekerja sama. Kemudian ada kegiatan membaca bersama dengan anak-anak TK sampai SD. Anak-anak tersebut dibimbing untuk memahami buku cerita. Setelah itu, anak-anak yang ingin maju ke depan untuk menceritakan isi dari buku akan mendapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reward. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah rangkaian kegiatan selesai, panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">isoma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan sanitasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saudari Intan menjelaskan, \u201cHambatan pada hari pertama adalah perubahan pada konsep tanaman yang ditentukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat hari H ternyata rancangan yang disusun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak cocok untuk penataan tanaman. Dengan begitu, ada perubahan yang awalnya tanaman dengan bentuk angka 17 diletakkan di rak diubah diletakkan di tanah.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saudari Intan juga menceritakan bahwa pada hari kedua, ada kegiatan perlombaan. Kegiatan ini ada penghambatnya, yaitu faktor cuaca yang hujan dan berkabut sehingga dari panitia masih menebak-nebak apakah dari anak-anak ini hadir ke sekolah. Lalu ada perlengkapan yang tidak jadi digunakan, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sound system <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena termasuk barang elektronik yang berisiko bila terkena air hujan. Oleh karena itu, persiapan perlombaan juga terkesan terlambat karena baru disiapkan setelah mengecek kehadiran anak-anak di sekolah. Kegiatan perlombaan tersebut berjalan dengan cukup ramai, meriah, dan sukses. Panitia dan anak-anak pun ikut serta memeriahkan perlombaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPada hari ketiga, panitia dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> volunteer<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">mengawali hari dengan bersih diri dan salat. Adapun panitia yang membantu Sie Perlengkapan untuk memasak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Kemudian para panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">makan bersama. Setelah itu, ada persiapan panitia berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">briefing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">serangkaian acara yang akan dilakukan.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Agenda pada hari ketiga adalah kegiatan bakti sosial yang disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut berupa sembako sebanyak 40 paket. Penyaluran sembako dibantu dengan ibu-ibu Kader PKK sehingga memudahkan untuk pendistribusian. Para warga yang menerima sembako tersebut harus memberikan fotokopi KTP dan melakukan dokumentasi. Penerima sembako merupakan orang-orang yang kurang mampu atau hidup sebatang kara dan orang yang sudah lanjut usia. Di sisi lain, panitia yang tidak bertugas menyalurkan sembako melakukan sanitasi di balai dusun. Kemudian,\u00a0 beberapa panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan penyerahan hadiah perlombaan di SDN 4 Sumbersuko. Hadiah tersebut berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">snack<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d jelas Saudari Intan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun agenda penutupan yang diawali dengan sambutan-sambutan. Sesi penutupan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, yaitu Kepala Desa, Ketua Karang Taruna, Bupati Mahasiswa Departemen Matematika, Dewan Mahasiswa Fakultas MIPA, dan Demisioner. Adapun penyerahan vandel kepada pihak desa yang sangat berkesan. Setelah itu, kegiatan MAHAPRAJA 2022 ditutup dan dilakukan dokumentasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPada hari ketiga, terdapat hambatan yang dirasakan panitia. Hambatan tersebut adalah ada anak yang menangis dan meminta hadiah karena ia merasa menang dalam perlombaan. Padahal anak tersebut kalah dalam perlombaan sehingga panitia harus menyiapkan hadiah tambahan secara mendadak. Selain itu, MC yang salah menyebutkan nama untuk melakukan penyerahan vandel,\u201d ucap Saudari Intan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><b>Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> juga berkesempatan mewawancarai Bapak Subekhan selaku Kepala Desa Sumbersuko. Bapak Subekhan berkata, \u201cMewakili warga di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, kami sangat senang diadakannya kegiatan MAHAPRAJA 2022. Bila ada kegiatan lagi, kami siap untuk berpartisipasi kembali. Kami juga mendapatkan keuntungan, seperti bantuan sembako, kegiatan lomba-lomba, dan kegiatan membersihkan lingkungan sehingga kebersihannya tetap terjaga. Semoga warga berkeinginan untuk meniru kegiatan tersebut karena kegiatannya positif. Saran saya kalau nanti ada kegiatan semacam ini, waktunya bisa lebih lama. Saya berharap untuk kedepannya bisa satu minggu agar lebih dapat mengenal dengan masyarakat. Selain itu, rasa peduli adik-adik mahasiswa sangat kami hargai.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kegiatan MAHAPRAJA 2022 menjadi sebuah wadah untuk menyalurkan bantuan kepada warga Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini juga sebagai bukti nyata bahwa mahasiswa Matematika Universitas Negeri Malang peduli terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan ini dapat diibaratkan seperti pepatah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">urip iku urup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pepatah tersebut bermakna bahwa hidup itu hendaknya memberikan manfaat bagi orang di sekitar, walaupun itu kecil setidaknya tidak menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Semoga kegiatan MAHAPRAJA dapat berlanjut pada tahun berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reporter: Ayunda Dwi Aisyatunaja\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Redaktur: Ayunda Dwi Aisyatunaja<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalistik HIMATIKA Vektor UM \u2014 HIMATIKA Vektor 2022 Universitas Negeri Malang menggelar bakti sosial melalui Matematika Hambangun Praja (MAHAPRAJA) 2022. MAHAPRAJA 2022 dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 6-8 Agustus 2022 di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu warga di Dusun Precet. Selain itu, anak-anak SD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,5],"tags":[],"class_list":["post-6949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-himatika-vektor","category-kegiatan"],"pp_force_visibility":null,"pp_subpost_visibility":null,"pp_inherited_force_visibility":null,"pp_inherited_subpost_visibility":null,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6949"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6951,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6949\/revisions\/6951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6950"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/hmj.matematika.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}