Himatika Vektor UM FI 2

ARTIKEL KEGIATAN MATH CULTURE 2025

Himatika Vektor UM image 11
Himatika Vektor UM image 12
Himatika Vektor UM image 13

PENYELENGGARA

HIMATIKA Vektor 2025

NAMA KETUA PELAKSANA

Refionna Wahyu Widyadhana

TANGGAL KEGIATAN

24 Maret – 20 November 2025

TEMPAT KEGIATAN

  1. Seni Tari: Offline di Universitas Negeri Malang
  2. Seni Musik: Offline di Universitas Negeri Malang dan Online via Google Meet
  3. Seni Desain Grafis: Online via Google Meet

KRITERIA LAYANAN

Jenis Program Layanan dan Pembinaan Minat

UPAYA PENCEGAHAN

SDGs

Ke-4: Pendidikan yang Berkualitas

MENTAL KEBANGSAAN

Pendidikan Norma, Etika, Pembinaan Karakter, dan Soft Skills Mahasiswa

BERITA KEGIATAN

Himatika Vektor UM image 14

Dokumentasi Juara 1 Dance Dekan FMIPA Cup (DFC) 2025

Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor 2025 – Math Culture 2025 merupakan wadah yang dinaungi oleh HIMATIKA Vektor 2025 untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa aktif S1 Departemen Matematika Universitas Negeri Malang pada bidang kesenian. Math Culture 2025 memiliki kegiatan berupa latihan rutin bagi mahasiswa aktif S1 Departemen Matematika Universitas Negeri Malang yang tertarik dan ingin mengembangkan bakat dan minat pada cabang kesenian yang diadakan. Cabang kesenian yang diadakan Math Culture 2025 diantaranya yaini Seni Tari, Seni Musik, dan Desain Grafis.

Kegiatan Math Culture 2025 dilaksanakan selama satu tahun kepengurusan. Kegiatan ini hadir sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan bakat, mengembangkan minat, serta berproses bersama dalam berbagai cabang kesenian. Setiap cabang seni memiliki jadwal latihan yang fleksibel, disesuaikan dengan kesepakatan melalui grup WhatsApp masing-masing cabang seni. Latihan yang diadakan pada Math Culture dibimbing oleh tentor yang ahli sesuai dengan bidangnya, sehingga peserta dapat belajar dengan nyaman, terarah, dan tetap menyenangkan. Math Culture 2025 diharapkan menjadi wadah tumbuhnya kreativitas, kebersamaan, dan budaya berkesenian di lingkungan Departemen Matematika UM.

Himatika Vektor UM image 15

Dokumentasi Seni Tari Math Culture 2025

Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor 2025 – berkesempatan mewawancarai Saudari Shinta Anggraini sebagai salah satu peserta cabang Seni Tari Math Culture 2025 mengenai kesan selama latihan rutin. “Kesan saya menyenangkan sekali karena semua anggota saling mendukung, antusias, dan juga penuh semangat. Jadi, meskipun gerakan awalnya sulit, suasananya tetap cair dan membuat nyaman,” ungkapnya.

Saudari Shinta Anggraini menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat memotivasinya untuk mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi di bidang Seni Tari. “Kegiatan ini justru membuat saya semakin semangat berkesenian. Saya merasa punya wadah untuk mengekspresikan diri, apalagi setiap latihan selalu ada kemajuan yang bisa saya rasakan sendiri. Itu membuat saya sadar bahwa menari bukan hanya soal gerakan, tapi soal proses dan kebersamaan,” ungkap Saudari Shinta Anggraini.

Saudari Shinta Anggraini juga menyampaikan harapan-harapan untuk Math Culture di masa mendatang. “Saya berharap cabang Seni Tari dalam Math Culture tahun depan bisa lebih berkembang lagi, baik dari segi kualitas penampilan maupun partisipasi pesertanya. Mudah-mudahan bisa ada lebih banyak kegiatan kreatif yang mendukung pengembangan skill, sekaligus menjadi wadah yang lebih luas agar Seni Tari bisa lebih dikenal dan dihargai di lingkungan kampus,” ungkap Saudari Shinta Anggraini.

Himatika Vektor UM image 16

Dokumentasi Seni Musik Math Culture 2025

Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor 2025 – juga berkesempatan mewawancarai Saudari Ashhabiya Kahfi Safarina selaku salah satu peserta cabang Seni Musik Math Culture 2025 mengenai ketertarikannya bergabung menjadi bagian dari Math Culture 2025. “Saya melihat cabang Seni Musik Math Culture ini sebagai ruang ekspresi untuk menyeimbangkan aktivitas akademik dan non-akademik di Departemen Matematika,” ungkap Saudari Ashhabiya Kahfi Safarina.

Saudari Ashhabiya Kahfi Safarina menyampaikan bahwa pada Seni Musik ini tidak hanya belajar mengenai vokal tetapi juga alat musik. “Saat ini latihannya fokus pada pelatihan vocal dan mempelajari instrumen gitar. Saya juga ingin mempelajari bagaimana cara agar penampilan menjadi lebih profesional,” ungkapnya.

Saudari Ashhabiya Kahfi Safarina juga menyampaikan harapan-harapan untuk Math Culture kedepannya, khususnya pada Seni Musik. “Saya harap cabang Seni Musik dikembangkan menjadi program yang lebih terstruktur di pelatihan rutin dan pembinaan, dan Math Culture tetap menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin berkembang di bidang Seni Musik,” ungkap Saudari Ashhabiya Kahfi Safarina.

Himatika Vektor UM image 17

Dokumentasi Seni Desain Grafis Math Culture 2025

Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor 2025 – juga berkesempatan mewawancarai Saudari Annisa Rahmatillah Subagja selaku salah satu peserta cabang Desain Grafis Math Culture 2025 mengenai software atau media yang digunakan dalam pelaksanaan latihan. “Pada pelatihan Math Culture 2025 sejauh ini fokus utama desainnya menggunakan Canva sebagai media utama dalam pembuatan dan pengembangan desain,” ungkapnya.

Saudari Annisa Rahmatillah Subagja menyampaikan bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses pembuatan desain. “Kendala yang paling sering saya dan teman-teman saya temukan yaitu mengenai menentukan color palette yang tepat agar desain terlihat matching dan eye-catching. Tantangan ini cukup terasa, terutama bagi kami yang masih baru dalam dunia desain grafis,” ungkap Saudari Annisa Rahmatillah Subagja.

Saudari Annisa Rahmatillah Subagja juga menyampaikan pesan atau saran khususnya pada cabang Desain Grafis untuk Math Culture kedepannya. “Bagi saya sendiri Math Culture menjadi wadah yang sangat membantu untuk mengasah kemampuan desain. Peserta bisa bertanya dengan nyaman tanpa takut di judge. Untuk teman-teman yang ingin mulai terjun ke dunia desain, baik yang sudah berpengalaman maupun masih pemula, Math Culture sangat cocok sebagai tempat belajar dan mendapatkan bimbingan ekstra,” ungkap Saudari Annisa Rahmatillah Subagja.

Himatika Vektor UM image 18

Dokumentasi Juara 1 KOMIPA CUP 2025

Kegiatan Math Culture 2025 telah terlaksana dengan baik, penuh antusiasme, serta memberikan ruang positif bagi mahasiswa dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang kesenian. Selama proses pelaksanaan, seluruh peserta menunjukkan komitmen dan semangat belajar yang tinggi dalam mengembangkan kemampuan Seni Tari, Seni Musik, maupun Desain Grafis. Kegiatan ini tidak hanya untuk pengisi waktu luang, melainkan sebuah wadah produktif untuk meningkatkan kemampuan berkesenian sekaligus membangun rasa percaya diri bagi mahasiswa Departemen Matematika. Berkarya bukan untuk terlihat tetapi untuk memberi arti. Mari, hadirkan karya seni yang menginspirasi!

Reporter: Refionna Wahyu Widyadhana

Redaktur: Sya Keyla Kama Zahwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top