Matematika Berkarya – ABU-ABU YG TAK BENAR-BENAR PERGI
ABU-ABU YG TAK BENAR-BENAR PERGI
Sesudah semuanya selesai terbakar,
tidak ada yg benar-benar hilang.
Hanya berubah bentuk menjadi residu yg tak larut,
mengendap diam di sela hal-hal kecil
yang tak pernah benar-benar selesai
Dikerjakan oleh waktu.
Suara yg dulu menenangkan kini hanya berputar di ruang yang tak lagi bernama.
Pernah ada arah yg membuat terasa seperti pulang,
Segala gelisah kehilangan alasan.
Lalu arah itu hilang tanpa penjelasan,
menyisakan Jejak yg tak lagi bisa dituju.
Sejak itu, jarak menjelma sunyi, dan
Sunyi menjelma kebiasaan.
Cara paling pelan utk tak runtuh, dan tak pernah benar-benar utuh.
Pertanyaan-pertanyaan menggumpal
Seperti kabut,
menjadi bagian dari hening yg tak pernah selesai:
apa yg begitu salah hingga penjelasan
Lebih sulit dari kepergian?
Tidak ada Jawaban.
Hanya gema yg terus memanggil sesuatu yg tak kembali,
dan tak pernah benar-benar pergi.
Hari-hari berjalan seperti tubuh tanpa bayangan, lengkap, namun menyimpan ketiadaan yang
tak bisa disebutkan.
Yang tersisa bukan luka terbuka, melainkan
Sesuatu yg lebih Sunyi,
Abu-abu yg tak benar-benar pergi,
menggantung di antara ingin melupakan dan
tak mampu melepaskan.
Bukan menunggu
Bukan pula berharap kembali.
Hanya Sebuah sisa yg tidak pernah benar-benar larut,
diam, tanpa nama,
namun terus hidup dalam bentuk yg tak bisa dihapus.
Dan entah sampai kapan, gema itu akan bertahan membawa satu kalimat yg tak pernah
terucap, Sebuah penjelasan yg mungkin telah hilang, Sebelum sempat menemukan rumah
untuk pulang
Nama: Maila Shofiyan Nida
Angkatan: 2025

