Matematika Berkarya - Mereka Ingat Lagi Pada Puisi

Matematika Berkarya – Mereka Ingat Lagi Pada Puisi

Mereka Ingat Lagi Pada Puisi

 

Menulisnya di beranda, di dinding, dibalik sertifikat
Senja penuh deretan puisi, yang cinta, yang manusia, yang Tuhan, bencana, apapun tertulis
disana.


Sungguh pentingkah puisi diingat dan ditulis kembali?

Demi apa?

Untuk siapa?

Pernahkah berpikir bahwa puisi mengajari kita kelalaian terhadap realita.

Bahkan sok tahu dan sok mengertipun gampang terbentuk pada diri kita.


Mereka ingat kembali pada puisi, menulisnya dimanamana, di langit, pohon, angin dan hujan.

Menulisnya dengan sukacita, kepedihan perih, amarah, juga pula penuh cinta.


Berbagai cara mereka menulisnya, ada yang ndompleng nama, ada yang menulisnya sendiri
tanpa nama, tak sedikit juga yang meniru lalu tak mengaku.


Sungguh perlukah puisi diingat dan ditulis lagi seperti tahun tahun lalu, seperti para pendahulu
menulisnya menjadi sejarah, pemikiran peradaban, menjadi teman merenung saat sendiri
jiwakering dan gerimis tebal membasuh luka


Ayis

2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top