Kobarkan Semangat dan Ukir Masa Depan melalui OMVN XI

Kobarkan Semangat dan Ukir Masa Depan melalui OMVN XI

Jurnalistik HIMATIKA Vektor UM – Kompetisi Matematika Vektor Nasional atau lebih dikenal OMVN merupakan ajang kompetisi matematika setingkat SD, SMP, dan SMA dalam lingkup Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika (HIMATIKA) Vektor Universitas Negeri Malang sebagai kegiatan untuk mengasah pola pikir dan kemampuan bernalar generasi muda yang rasional, kritis, sistematis, dan konsisten. Pada tahun 2021 ini diselenggarakan secara online dikarenakan situasi pandemi. Namun tidak mengurangi semangat peserta seperti logo OMVN XI berbentuk api dengan makna Energi dan Semangat membara, selain itu tahun ini mengusung tema “The Golden Fire Era of Mathematics : Write Your Future Here” harapannya OMVN XI ini menjadikan Matematika sebagai induk ilmu yang terus dipelajari dan menjadi pengalaman hebat serta awal perjalanan menuju masa depan gemilang yang diimpikan.

Timeline OMVN XI, untuk pendaftaran gelombang I dibuka tanggal 15 Juni – 31 Juli 2021 dan Try Out I diselenggarakan tanggal 1 – 3 Agustus 2021 sedangkan pendaftaran gelombang II dibuka tanggal 1 Agustus – 6 Oktober 2021 dan Try Out II diselenggarakan tanggal 9 – 11 Oktober 2021. Dilanjutkan babak penyisihan diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2021, semi final pada tanggal 23 Oktober 2021, dan final pada tanggal 30 Oktober 2021. Dan saat ditunggu-tunggu yakni OMVN Awardtanggal 31 Oktober 2021.

Pada hari Senin (1/10/2021), Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor mendapatkan kesempatan mewawancarai beberapa narasumber dalam pelaksanaan OMVN XI, diantaranya ada Muhammad Rifki At Thabari selaku Ketua Umum HIMATIKA Vektor 2021.

“OMVN tahun ini tentu sangat menyenangkan karena setelah 1 tahun ditiadakan, Alhamdulillah OMVN tahun ini dapat terselenggara kembali. Untuk kesan lainnya tahun ini perjuangan yang begitu berat karena pengalaman dari kami masih kurang dalam pelaksanaan OMVN tapi dengan usaha dari teman-teman panitia bisa dibilang berjalan dengan lancar meskipun cukup banyak kendala dan tantangan yang kita hadapi mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Saran kedepannya semoga OMVN selanjutnya bisa terlaksana secara luring dan perlu banyak pertimbangan persiapan yang matang mulai dari media partner, sponsor, publikasi lebih digencarkan dengan support yang lebih agar lebih baik daripada tahun ini,” ucap Rifki.

Rastina Kurniasari selaku Ketua Pelaksana OMVN XI,

“Meskipun dilaksanakan di kala pandemi seperti saat ini, saya rasa euforia dari OMVN XI tetap sangat terasa dapat dilihat dari antusias peserta dan panitia. Kesan dari para peserta pun juga cukup memuaskan,” tuturnya saat menyampaikan kesan saat OMVN Award.

“Kegiatan yang dilaksanakan secara online pasti tidak luput dari banyak kendala. Hal yang paling dirasa ialah publikasi, dikarenakan sedang pandemi dan ada kebijakan pemerintah terkait PPKM jadi sedikit terhambat dalam publikasi ke sekolah-sekolah secara offline sehingga publikasi difokuskan ke publikasi online. Namun saya rasa publikasi sudah sangat meluas, dapat dilihat dari pendaftar yang tersebar dari seluruh Indonesia. Selain itu, ada kekhawatiran terkait pelaksanaan kegiatan secara online, apalagi sasaran kita juga ada yang siswa SD. Namun diluar prediksi, keseluruhan acara dapat dilaksanakan secara lancar karena dari kami sudah mencoba menciptakan sistem sedemikian rupa supaya mudah dimengerti oleh siswa SD, juga diadakanTechnical Meeting setiap babaknya sehingga peserta bisa bertanya langsung jika ada yang dibingungkan untuk sistem kami. Meskipun ada beberapa kendala, saya cukup bangga dengan seluruh pihak penyelenggara OMVN XI ini karena dapat menyuksesan kegiatan ini,” tambahnya.

Selain adanya beberapa kendala dalam proses pelaksanaan kegiatan OMVN XI, ada juga perbedaan nya dengan tahun sebelum-sebelumnya. Berikut penjelasan dari ketua pelaksana OMVN XI.

“Wah, banyak sekali perbedaannya. Selain dilaksanakan secara online, sistem kita tahun ini juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini kita mencoba menciptakan babak-babak yang lebih seru dan menantang. Selain itu, di tahun ini diadakan OMVN Award sebagai acara penutup yang berisi seminar matematika, hiburan dan penyerahan penghargaan,” perjelas Rastina.

“Harapan saya untuk OMVN tahun depan bisa lebih meluas untuk publikasinya sehingga bisa menjangkau dan mendapatkan jumlah peserta lebih banyak. Saya juga berharap OMVN tahun depan lebih sukses lagi, baik dari kepanitiaan maupun kegiatannya,” ucap lega Ketua Pelaksana.

Nah, suatu perlombaan pasti ada yang namanya pemenang. Para pemenang OMVN XI yang luar biasa ini mampu mengharumkan sekolahnya. Pada hari Senin (1/10/2021), Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor berhasil mewawancarai pemenang Juara 1 jenjang SD Perorangan yakni Aurelia Alexandra siswi SD Darma Yudha.

“Kesannya sangat senang karena baru pertama mencoba lomba OMVN XI ini dan langsung mendapat Juara 1, untuk pesannya tetap semangat dan berusaha. Strategi khusus tidak ada hanya rajin belajar dan berlatih, karena saya juga sekalian persiapan buat KSN, selain itu motivasinya karena kebetulan saya suka dengan matematika, jadi saya senang saja kalau disuruh berhitung,” ungkap siswi SD Darma Yudha tersebut.

“Saran untuk OMVN tahun berikutnya, mungkin untuk ZOOM pengawasan tidak perlu menggunakan background, agar kelihatan background aslinya sehingga mengurangi tingkat kecurangan.kalau untuk soal dan lainnya sudah bagus.” tambahnya.

Selain itu, adapun ungkapan pemenang Juara 1 jenjang SMP Perorangan yakni Ben Robinson dan Juara 1 jenjang SMP Beregu yang beranggotakan Ben Robinson, Ethan Anderson, dan Matthew Anderson dari SMP Petra 1 Surabaya tentang perlombaan OMVN 2021 ini.

“Untuk yang beregu kita babak 1 dan 2 penyisihan juga semi final bekerja sebagai tim, babak ketiga nya kita bekerja sendiri-sendiri. Meskipun sedikit ada miss komunikasi kami sangat bersyukur ikut dan mendapat juara 1” ujarnya saat ditanya pesan dan kesan saat OMVN Award berlangsung.

Ternyata Ben Robinson merupakan peserta OMVN sejak dari tahun 2018 tepatnya saat ia kelas 6 SD dan mendapatkan peringkat 4 jenjang SD, dilanjutkan tahun 2019 mendapatkan peringkat 7 jenjang SD. Menurutnya OMVN XI tahun ini sangat berbeda dengan sebelumnya karena diadakan secara online sedangkan jika offline ia bisa sambil jalan-jalan, untuk rangkaian acara sudah bagus dan terstruktur, dan pelaksanaan sudah tepat sesuai jadwal. Untuk soal-soalnya sangat menarik dan seru apalagi mampu mengasah kreativitas kerja sama dalam tim maupun individu.

“Untuk strategi yakni sebelum penyisihan ia mempelajari secara mandiri soal tahun lalu 2019. Untuk persiapan semi final dan final belajar secara random dari soal-soal olimpiade mengerjakan biasa seperti lomba lainnya. Kali ini yang final berkelompok dikerjakan secara fokus dikerjakan semua baru disepakati bersama untuk jawaban mana yang benar hal ini meminimalisir kesalahan dalam penghitungan, kami menerapkan cara itu. Untuk binaan belajar bersama tidak ada benar-benar belajar sendiri,” jawab siswa SMP Petra 1 Surabaya tersebut.

Ben Robinson memiliki motivasi belajar yang tinggi bahkan menjadi hobi terutama belajar matematika, adapun hal yang diterapkan dalam hidupnya yakni “Belajar itu bukan sebuah paksaan, namun belajar sebuah kebiasaan karena keinginan saya yang ingin bertumbuh dan berkembang untuk menjadi lebih baik”.

Tanggapan Ben Robinson ketika melihat masih banyaknya siswa yang kurang suka matematika menurutnya “Pertama dari pola pikir yang turun menurun yang menganggap matematika itu sebuah momok. Saya menyangkal hal itu karena matematika sebetulnya bukan hal yang susah seperti apa yang dipikirkan, asal mau  untuk berusaha dan menaklukan. Yang kedua yakni dengan pola pengajarnya yang masih monoton seperti hafalan rumus saja namun kurang ke pengaplikasiannya sehingga banyak siswa yang kurang tahu matematika itu untuk apa di kehidupan sehari-hari jadi perlu ditingkatkan kembali,” tutur Ben Robinson.

Adapun harapan Ben Robinson untuk pelaksanaan OMVN selanjutnya yaitu untuk pengawasan dalam pengerjaan soal lebih ketat misal siswa saat pengerjaan menggunakan 2 device dan mematikan mic agar lebih kondusif.

Selanjutnya, pemenang Juara 1 jenjang SMA Perorangan yakni Denzel Elden dari SMA Fransiskus Bandar Lampung juga mengungkapkan kesan dan pesan mereka dalam mengikuti kegiatan OMVN 2021 ini.

“Untuk acara sudah sangat menarik karena dengan adanya seminar, final dan semi final sudah sangat terstruktur dan ketepatan waktu dari pihak OMVN XI sendiri. Soal menarik dan durasi waktu juga singkat menurut saya itu menjadi hal yang cukup sulit. Saya sebenernya sudah pernah ikut dikelas 11 namun ada hal yang menghalangi saya sebelumnya. Pesan saya untuk OMVN kedepannya semoga  menjadi lomba yang lebih baik dan kompetitif,” jawab Denzel.

“Saya tidak menyangka ketika saya bisa mendapatkan juara, karena saya juga menemui banyak pesaing yang saya lihat di lomba lainnya. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena diberi berkat menjadi Juara 1. Saya pun tidak mempunyai strategi tersendiri karena saya hanya mempersiapkan untuk KSN dan saya lihat di soal OMVN itu sedikit mirip dengan KSN 2021, yang jelas persiapan lebih saya yakni doa karena tanpa doa yang cukup saya rasa belum tentu bisa juara di OMVN ini, selain itu dukungan dari orang tua dan teman-teman juga membuat saya menjadi lebih yakin untuk memenangkan perlombaan ini,” tambahnya.

“Sebenarnya mungkin karena matematika banyak rumus, asal tahu konsepnya hal itu tidak akan terlalu banyak, bahkan bisa kita logika. Tanggapan saya ketika matematika menjadi pelajaran yang momok, mindset itu harus dihilangkan sehingga mereka bisa berkembang karena matematika merupakan pelajaran yang sangat dibutuhkan sepanjang masa,” jelas Denzel.

Perwakilan dari Kota Malang juga tidak mau kalah, prestasi yang membanggakan mewakili MAN 2 Kota Malang mampu meraih Juara 1 jenjang SMA Beregu yang beranggotakan Kaditya Rakan, Reswara Anargya, dan Sulthan Fulviano.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih dengan diadakan acara OMVN XI, kesan saya try out dan babak penyisihannya levelnya agak jauh namun lumayan seru dengan waktu yang cukup singkat. Untuk waktu presentasinya lumayan out of the box. Saya berterima kasih dengan pemakalah, tidak lupa orang tua dan pembina kami Kak Abdul Muin. Pesan saya hampir sama dengan teman-teman lainnya pastinya OMVN menjadi ajang kompetisi yang lebih baik dari tahun ke tahun,” jawab salah satu siswa MAN 2 Kota Malang tersebut.

Selain para pemenang, tim juri dari OMVN 2021 yakni Yohanes Yanto mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Malang selaku juri SMP Beregu juga mengungkapkan kesan menjadi juri di acara ini.

“Setelah setahun tidak ada OMVN, akhirnya kompetisi ini diadakan rasanya cukup senang ya, karena aku pribadi suka liat olimpiade matematika. Dan ini kebetulan diamanahi sebagai juri, jadi bisa melihat dan terlibat langsung pada saat kompetisi, khusus nya di final peserta peserta nya aktif dan kritis, nuansa perlombaan jadi seru dan tegang secara bersamaan,” ucap Yohanes Yanto.

Adapun motivasi dari Yohanes Yanto untuk para siswa diluar sana agar lebih berprestasi dalam bidang akademik khususnya bidang matematika ini.

“Siswa belum memiliki semangat untuk belajar itu sebenarnya dipengaruhi berbagai faktor bisa jadi dari metode pembelajarannya, gurunya, lingkungannya, atau faktor lainnya. Saran saya salah satu cara yang efektif buat menumbuhkan minat di matematika itu adalah dengan menganggap kalo ngerjain soal matematika itu seperti main teka-teki. Kita diberikan dan mempelajari clue yang diperlukan untuk memecahkan teka-teki itu dan seperti teka-teki pada umumnya, ada berbagai macam tingkat dari yg mudah sampai yg sulit. Minat saja masih belum cukup, tentunya harus diiringi juga dengan latihan yang lumayan sering,” jawab Yanto.

“Kompetisi OMVN ini wajib diadakan setiap tahun, karena lomba ini sebagai ajang untuk menunjukkan minat dan bakat dalam memecahkan masalah pada matematika. Segala kendala yang telah terjadi dapat dijadikan pembelajaran untuk menciptakan pelaksanaan OMVN yang lebih baik lagi untuk ke depannya. Kalau dari teknis pelaksanaan sudah lumayan bagus, tapi komunikasi antara panitia dengan panitia  dan panitia dengan peserta yang perlu ditingkatkan lagi biar acara dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Kalau dari soal, menurutku pribadi agak kurang bijak ya kalo soal buat lomba perorangan itu disamakan dengan soal buat lomba beregu karena peserta yg ikut keduanya (beregu sama perorangan), bayar mahal buat ngerjain soal yang sama, mungkin bisa jadi pertimbangan buat ke depannya,” ucap Yohanes Yanto.

Adapun harapan yang disampaikan oleh Yohanes Yanto untuk OMVN kedepannya.

“Semoga lomba ini dapat terus menginspirasi dan mendorong siswa agar dapat lebih menumbuhkan minat pada pelajaran, khusus nya matematika,” ucap mahasiswa matematika tersebut.

Keseruan acara OMVN 2021 ini terbentuk dari antusiasme yang tinggi dari adik-adik sekolah dari seluruh Indonesia yang telah mengikuti kompetisi dan juga panitia yang bertugas. Dan bagi para peserta yang ingin mengetahui hasil perolehan nilainya setiap babak, berikut link hasil rekap nilai seluruh babak.

https://bit.ly/PengumumanLolosOMVNXI

Tidak lupa juga ucapan terima kasih kepada pihak sponsor yang telah menyukseskan acara ini antara lain Koperasi KUD Minatani Brondong, Wiguna Payment, Inez Kosmetik, dan PT. Cicil Solusi Mitra Teknologi. Banyak kesan pesan dan harapan yang sampaikan dari acara Kompetisi Matematika OMVN 2021. Keseruan tersebut dapat dilihat melalui tayangan aftermovie Kompetisi Matematika OMVN 2021 pada YouTube HIMATIKA Vektor. Tunggu apa lagi, yuk intip keseruannya.

 

Reporter: Egi Rehani Triyulinar, Lista Tri Nalasari

Redaktur: Salsabila Ayu ZhianaPutri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top