Matematika Berkarya - Surat untuk Kamu

Matematika Berkarya – Surat untuk Kamu

Surat untuk Kamu

Karya: Sar.

Surat Cinta,
Untuk pemilik seribu resah yang banyak susah;
Kamu.

Aku dan kamu belum lama bersua. Belum pernah malah. Tapi melihat kamu yang pikul
beban sedemikian beratnya, aku jadi kagum dan terpana. Bangun menara tinggi untuk banyak
orang tentu tidak mudah. Tapi kamu berhasil jadi tempat bersandar mereka yang resahnya
sudah memenuhi sukma. Kamu yang pastikan mereka bisa lepas beban dengan leganya.
Tapi, begini, aku dengar kamu hanya bisa menangis ketika sunyi. Resahmu bertumpuk di
dalam ruang kepala yang sempit. Kalutmu berputar pada sisi udara yang mulai sesak
menghimpit. Sini, aku pinjamkan telinga dan bahuku. Bebas kamu gunakan sampai susahmu
meluruh. Jadi, untuk setiap resah yang mengisi kepala, sesak yang mengisi sukma, dan susah
yang memenuhi dada, kamu tidak perlu takut lagi. Ada aku di sini.
Kepadaku, kamu bebas mengamuk sendu. Kepadaku, kamu bebas jadi kamu.
Satu-satu, pelan-pelan, kita bisa lewati semua. Dengan bangga, aku bisa sampaikan kepada
dunia kalau kamu itu hebat luar biasa, Bayangkan, jatuh berkali-kali sampai meluruh hingga
runtuh. Walaupun begitu, kamu tetap bangkit dan memulai lagi. Bukannya kamu jadi jiwa
hebat yang pantas menerima pujian dan berkat?
Aku mungkin tidak bisa menjanjikan apapun, tapi aku bisa pastikan kamu mampu bertahan di
atas dunia yang kejamnya nggak pilih-pilih. Kamu pasti bisa bertahan hingga akhir. Karena
itu, tiap malam aku berdoa dan menitipkanmu pada semesta. Aku berharap kamu baik-baik
saja dengan semesta sebagai penjaganya. Jangan khawatir, kamu aman.
Kamu pejuang hebat tangguh yang berharga. Bertahan sampai akhir, ya?
Dari yang selalu mendoakanmu;
Aku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top