Himatika Vektor UM 7 fi malang saya mau laporan

Matematika Berkarya – Malang, Saya Mau Laporan.

Malang, Saya Mau Laporan.

Oleh: Sar

S1 Pendidikan Matematika/2019

 

Laporan ini dibuat pertama kalinya kepada Malang di pukul dua pagi dini hari di tengah suhu udara dingin yang merasuk untuk menyampaikan resah yang berkepanjangan.

Malang, saya mau laporan. Hari ini saya punya resah yang tak tertahankan. Kalau ditanya kenapa, saya juga bingung harus menjawab bagaimana. Saya tidak pandai mendeskripsikannya dalam kata, tapi kalau boleh melaporkan dengan kalimat seadanya;

“Malang, di usia segini, ternyata saya masih bisa bimbang karena perasaan.”

Saya heran bagaimana bisa saya luluh pada seseorang yang mampu mempengaruhi setiap saraf di tubuh saya hanya dengan sebuah kata dan tawa?

Kita sebut saja namanya ‘Malv’. Disamarkan demikian karena saya belum meminta izin padanya untuk menuliskan ini. Malv ini punya sifat yang halusnya lebih lembut dari sutra manapun. Kadang saya penasaran bagaimana ia bisa tumbuh sedemikian rupa di dunia yang kerasnya nggak main-main ini. Saya penasaran sehangat apa keluarganya sampai ia bisa punya pandangan positif pada dunia. Saya sering mengeluh soal dunia, tapi Malv selalu menyangkal.

Pertemuan saya dengannya cukup konyol dan tidak akan saya ceritakan. Intinya, saya sering terkesan dengan sikapnya yang dewasa menyikapi permasalahan. Saya ini tipikal manja yang selalu ingin diperhatikan dan Malv memberikan semua perhatian yang ia miliki dengan cuma-cuma. Padahal saya yakin, tugas kuliah dan beban kerjanya tidak sedikit.

Malv selalu mengirim pesan manis yang kadang membuat saya terkejut. Isinya terlalu manis sampai-sampai saya bisa tersenyum sendiri. Kalau tak ada kabar, ia akan menghubungi dengan cemas. Pesan yang paling sering ia kirimkan kurang lebih begini;

“Ketik 1 kalau kamu baik-baik saja. Aku khawatir.”

Biasanya setelah itu saya akan mengirim banyak pesan “1” sampai ia muak sendiri.

Terpisah oleh jarak yang cukup jauh, Malv punya segudang kekhawatiran berlebih pada saya yang punya kebiasaan hidup yang tidak teratur. Malv sering menegur, dan saya tidak suka. Saya menulikan telinga ketika mendengarnya mengomel pada panggilan suara. Nyatanya Malv paham dan hanya mengirim pesan panjang berisi kekhawatirannya.

Malv tidak bisa tidur larut malam, ia harus pergi bekerja di pagi hari dan berkuliah di sore atau malam harinya. Pernah di suatu waktu ia menemani saya mengerjakan tugas lewat panggilan video. Saya bercerita panjang kemudian berhenti. Saya sadar Malv memperhatikan saya dengan seksama. Saya malu, dan ia tersenyum. Saya jadi merasa dikelilingi kupu-kupu. Melihat senyuman Malv membuat detak jantung saya bergemuruh. Saya jadi teringat pada kesan pertama yang saya berikan pada senyumannya; manis.

Benar, melihat senyumannya membuat saya teringat pada es krim mixue dingin kesukaan saya. Manis. Bahkan lebih manis dari es krim manapun yang pernah saya makan.

Saya masih berdiam diri, sedangkan Malv bertanya kebingungan karena melihat pipi saya yang memerah. Ah, rupa-rupanya, saya sedang salah tingkah. 

Malang, sekian laporan saya yang saat ini sedang meminum air hangat untuk meredakan dinginnya kota di pagi hari. Sekarang, kamu paham kan kenapa laporan ini ditulis tergesa bersamaan dengan resah yang berkecamuk dalam kepala?

Iya, sepertinya ini tanda saya sedang jatuh cinta.

Laporan ini ditulis tanpa sepengetahuan oknum terkait. Jadi anggap saja ini laporan rahasia, tolong jangan diberikan pada Malv, ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top