Matematika Berkarya – Merenungi Tapak Penuh Kenangan
Merenungi Tapak Penuh Kenangan
Oleh: Imannata B. K.
S1 Matematika/2021
Tapak itu terukir di sana
Beriringan dengan lambaian lembut ilalang
Terjajar tidak karuan
Saling menindih, menyerobot, memorak-porandakan
Ketika lampu-lampu telah menampakkan dirinya
Semilir angin kian kencang bertiupan
Gelap melenguh dan tapak itu dalam kedinginan
Berteman gemerisik jangkrik bersahutan
Ketika Sang Surya menggantikan posisi lampu-lampu
Berdiri gagah bak raja memerintah
Tapak bertambah seiring tawa bercengkerama
Berbaur di bawah debu beterbangan
Lampu-lampu kembali lagi melanjutkan tugasnya
Gelap kembali merangkul
Tapak itu tetap di sana, semakin runyam wujudnya
Lagi dan lagi kedinginan
Hingga pada akhirnya tapak itu tak lagi bertambah
Sang Surya kembali pada posisi yang seharusnya
Tapak itu tetap sama sampai pada waktunya
Ranting mengusapnya dan mati tiada berbekas
Kini tapak tua bercerita tentang hidupnya
Hidup yang tak lagi bersisa
Sama seperti masa dan takdir dalam kehidupan
Berakhir menjadi kenangan, dikenang, atau hilang

