Himatika Vektor UM Photo from nova

HIMATIKA Vektor Melaksanakan Bakti Sosial di Dusun Precet

Jurnalistik HIMATIKA Vektor UM HIMATIKA Vektor 2022 Universitas Negeri Malang menggelar bakti sosial melalui Matematika Hambangun Praja (MAHAPRAJA) 2022. MAHAPRAJA 2022 dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 6-8 Agustus 2022 di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu warga di Dusun Precet. Selain itu, anak-anak SD hingga SMA ikut andil dalam rangkaian kegiatan MAHAPRAJA 2022.

MAHAPRAJA 2022 digelar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di Dusun Precet. Sebagai contoh meningkatkan budaya literasi anak di Dusun Precet, menjadikan daerah ramah lingkungan melalui kegiatan menanam tanaman dan membersihkan musala, serta menyalurkan bantuan berupa sembako. Selain itu, melalui kegiatan ini mahasiswa Departemen Matematika Universitas Negeri Malang dapat menyalurkan dan mewujudkan kepedulian sosial.

Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor mewawancarai salah satu anggota Sie Acara, yaitu Saudari Intan Hilda Putri Widiana. Saudari Intan menjelaskan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut. Kegiatan pertama, yaitu persiapan panitia berupa briefing dari Sie Acara. Pada hari pertama, MAHAPRAJA 2022 diawali dengan pembukaan yang sekaligus dibuka oleh Bapak Kepala Dusun. Kemudian, ada kegiatan menanam bersama. Panitia dan volunteer dibagi menjadi beberapa tim untuk menanam di berbagai taman, sekolah, dan dekat balai dusun. Tanaman yang ditanam ini bervariasi, contohnya ada bunga dan didominasi dengan tanaman toga karena di desa ini akan ada perlombaan sehingga menyesuaikan ketentuan untuk perlombaan. Lalu ada kegiatan isoma (istirahat-salat-makan). Adapun kegiatan membersihkan musala yang dilakukan dengan bekerja sama. Kemudian ada kegiatan membaca bersama dengan anak-anak TK sampai SD. Anak-anak tersebut dibimbing untuk memahami buku cerita. Setelah itu, anak-anak yang ingin maju ke depan untuk menceritakan isi dari buku akan mendapat reward. Setelah rangkaian kegiatan selesai, panitia dan volunteer melakukan isoma dan sanitasi. 

Saudari Intan menjelaskan, “Hambatan pada hari pertama adalah perubahan pada konsep tanaman yang ditentukan volunteer. Saat hari H ternyata rancangan yang disusun volunteer tidak cocok untuk penataan tanaman. Dengan begitu, ada perubahan yang awalnya tanaman dengan bentuk angka 17 diletakkan di rak diubah diletakkan di tanah.” 

Saudari Intan juga menceritakan bahwa pada hari kedua, ada kegiatan perlombaan. Kegiatan ini ada penghambatnya, yaitu faktor cuaca yang hujan dan berkabut sehingga dari panitia masih menebak-nebak apakah dari anak-anak ini hadir ke sekolah. Lalu ada perlengkapan yang tidak jadi digunakan, yaitu sound system karena termasuk barang elektronik yang berisiko bila terkena air hujan. Oleh karena itu, persiapan perlombaan juga terkesan terlambat karena baru disiapkan setelah mengecek kehadiran anak-anak di sekolah. Kegiatan perlombaan tersebut berjalan dengan cukup ramai, meriah, dan sukses. Panitia dan anak-anak pun ikut serta memeriahkan perlombaan. 

“Pada hari ketiga, panitia dan volunteer mengawali hari dengan bersih diri dan salat. Adapun panitia yang membantu Sie Perlengkapan untuk memasak. Kemudian para panitia dan volunteer makan bersama. Setelah itu, ada persiapan panitia berupa briefing serangkaian acara yang akan dilakukan. Agenda pada hari ketiga adalah kegiatan bakti sosial yang disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut berupa sembako sebanyak 40 paket. Penyaluran sembako dibantu dengan ibu-ibu Kader PKK sehingga memudahkan untuk pendistribusian. Para warga yang menerima sembako tersebut harus memberikan fotokopi KTP dan melakukan dokumentasi. Penerima sembako merupakan orang-orang yang kurang mampu atau hidup sebatang kara dan orang yang sudah lanjut usia. Di sisi lain, panitia yang tidak bertugas menyalurkan sembako melakukan sanitasi di balai dusun. Kemudian,  beberapa panitia dan volunteer melakukan penyerahan hadiah perlombaan di SDN 4 Sumbersuko. Hadiah tersebut berupa snack,” jelas Saudari Intan.

Adapun agenda penutupan yang diawali dengan sambutan-sambutan. Sesi penutupan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, yaitu Kepala Desa, Ketua Karang Taruna, Bupati Mahasiswa Departemen Matematika, Dewan Mahasiswa Fakultas MIPA, dan Demisioner. Adapun penyerahan vandel kepada pihak desa yang sangat berkesan. Setelah itu, kegiatan MAHAPRAJA 2022 ditutup dan dilakukan dokumentasi. 

“Pada hari ketiga, terdapat hambatan yang dirasakan panitia. Hambatan tersebut adalah ada anak yang menangis dan meminta hadiah karena ia merasa menang dalam perlombaan. Padahal anak tersebut kalah dalam perlombaan sehingga panitia harus menyiapkan hadiah tambahan secara mendadak. Selain itu, MC yang salah menyebutkan nama untuk melakukan penyerahan vandel,” ucap Saudari Intan.

Selain itu, Tim Jurnalistik HIMATIKA Vektor juga berkesempatan mewawancarai Bapak Subekhan selaku Kepala Desa Sumbersuko. Bapak Subekhan berkata, “Mewakili warga di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, kami sangat senang diadakannya kegiatan MAHAPRAJA 2022. Bila ada kegiatan lagi, kami siap untuk berpartisipasi kembali. Kami juga mendapatkan keuntungan, seperti bantuan sembako, kegiatan lomba-lomba, dan kegiatan membersihkan lingkungan sehingga kebersihannya tetap terjaga. Semoga warga berkeinginan untuk meniru kegiatan tersebut karena kegiatannya positif. Saran saya kalau nanti ada kegiatan semacam ini, waktunya bisa lebih lama. Saya berharap untuk kedepannya bisa satu minggu agar lebih dapat mengenal dengan masyarakat. Selain itu, rasa peduli adik-adik mahasiswa sangat kami hargai.”

Jadi, kegiatan MAHAPRAJA 2022 menjadi sebuah wadah untuk menyalurkan bantuan kepada warga Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini juga sebagai bukti nyata bahwa mahasiswa Matematika Universitas Negeri Malang peduli terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan ini dapat diibaratkan seperti pepatah urip iku urup. Pepatah tersebut bermakna bahwa hidup itu hendaknya memberikan manfaat bagi orang di sekitar, walaupun itu kecil setidaknya tidak menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Semoga kegiatan MAHAPRAJA dapat berlanjut pada tahun berikutnya.

 

Reporter: Ayunda Dwi Aisyatunaja 

Redaktur: Ayunda Dwi Aisyatunaja

8 thoughts on “HIMATIKA Vektor Melaksanakan Bakti Sosial di Dusun Precet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top