Matematika Berkarya – Siluet
“Siluet”
Mulutku terbungkam
Membayangkan siluet dirimu
Dengan jubah yang terus kau banggakan padaku
Berdiri dengan gagah dan menawan
Memandangku dari kejauhan
Menghampiriku dengan tawa tanpa beban
Tak dapat kuartikan haru ini
Aku kamu dan momen ini
Selalu menjadi topik utama kita
Ratapan tangis dan lelahmu
Terus berkeliling di memoriku
Ingin ku rengkuh tubuh gagahmu
Sembari berbisik…
Kita berhasil!
Namun, apakah takdir bisa diubah?
Membayangkannya saja sudah cukup bagiku
Pulang? secepat itukah…
Ingin ku buat akhir yang indah
Antara aku kamu dan momen ini
Bersama sampai nanti
Haruskah aku tersadar?
Menepis fatamorgana yang kuciptakan
Kembali ditampar kenyataan
Bahwa ku belum siap kehilangan

